Hi Netizen ,  welcome to   |  arekiwak  |  Area Network  |  need help ?

Hubungan Udara Darat dan Laut part I





1.2   Pembentukan Laut dan Darat
Hasil penelitian geologi modern telah menunjukan suatu bukti bahwa  kerak bumi itu telah dan selalu terus mengalami perubahan-perubahan. Gambar 2.1 menunjukan bahwa baik gunung berapi maupun gempa bumi cendrung untuk terdapat disepanjang sistem mid-oceanic ridge dan disepenjang batas-batas dunia yang ditandai dengan adanya trench yang dalam.  Para ahli geologi percaya bahwa daerah-daerah aktif ini mewakili tempat-tempat dimana sering terjadi retakan-retakan besar di kerak bumi.  Retakan-retakan ini mencakup seluruh permukaan bumi sehingga membagi kerak bumi menjadi enam bagian lempengan besar yang dinamakan Tectonic Plates , dimana tiap lempengan terdiri atas kerak yang saling bersambungan (tidak terputus-putus, Gambar. 2.2).
Gambar  2.1    Peta dunia yang menunjukan bekas tempat-tempat terjadinya gunung berapi.  Dari gambar di atas terlihat bahwa lokasi ini cendrung untuk erdapat pada daerah-daerah yang letaknya sama dengan daerah gempa bumi (Weihaupt, 1979)
Gambar  2.2    Peta yang menunjukan arah dari gerakan kerak bumi yang terbagi menjadi enam lempengan  tektonik (tectonic plates), dimana gerakan dari setiap lempengan (arah panah) berasal dari sistem mid-oceanic ridge ke arah luar (Rona, 1973). 
Bentuk lempeng-lempeng ini tidak rata, tetapi setiap lempengan cendrung untuk membentuk suatu batas dengan sistem mid-oceanic ridge, yaitu satu sisi dengan massa benua dan sisi yang lain dengan batas lempengan tektonik . Lempengan tektonik ini bergerak secara perlahan-lahan dengan kecepatan rata-rata beberapa centimeter setiap tahunnya. Kecepatan pergerakan ini akan sangat berarti jika ditinjau dari usia bumi yang sudah berjuta-juta tahun. Sebagai contoh, jika bahan lempengan yang rata-rata hanya bergerak 1 cm/tahun maka akan dapat menempuh jarak 45 km dalam waktu 4,5 juta tahun.  Setiap lempengan akan bergerak pada sudut siku-siku ke arah dan menjauhi oceanic ridge (ditunjukan oleh arah panah pada Gambar. 2.2).

Suatu hal yang menarik perhatian adalah bahwa kerak bumi yang baru selalu terbentuk secara terus menerus dan menambah lempengan pada sistem ridge . Cairan batu-batuan basal dari  bagian dalam bumi didorong ke atas melalui retakan-retakan dan kemudian menjadi keras membentuk kerak lautan yang baru. Begitu kerak yang baru ini terbentuk, mereka ini lalu mendorong dan memisahkan  sisa lempengan tektonik dan melintasi lantai lautan.

Kegiatan gunung berapi berkaitan erat dengan daerah-daerah subduction  sehingga menyebabkan terbentuknya jajaran gunung diberbagai tempat dimuka bumi ini.  Lapisan batua-batuan yang mencair secara berturut-turut dilemparkan ke atas permukaan bumi.  Begitu sampai dipermukaan bumi, batu-batu yang mencair ini akan mengeras dan saling menindih satu sama lain yang secara perlahan-lahan akan membentuk tanah yang menaik di atas daratan.  Daerah subduction ini ditandai dengan  adanya trench yang dalam (Gambar. 2.3).

Gambar  2.3   Sebuah gambaran sederhana dari daerah subduction , dimana bahan-bahan dari kerak bumi bergerak keluar dari sistem mid-oceanic ridge  dan apabila mereka bertemu dengan lapisan kerak benua  (continental crust), arahnya akan di belokan ke bawah.  Trench yang terdapat disini mempunyai ukuran yang kecil dan gunung berapi dapat di jumpai pada bagian sisi yang mengarah ke darat (Gross, 1972).
Dibagian utara lautan Hindia dan Pasifik, kerak benua dari Asia daratan menjorok dibawah permukaan laut, akibatnya batas-batas yang berdekatan dengan lempengan tektonik didaerah subduction  terjadi, mempunyai jarak yang jauh dari lautan.  Java trench  adalah salah satu contoh dari tipe daerah subduction.  Daerah ini dipisahkan dengan daratan oleh adanya lautan yang dangkal seperti laut jawa.  Hal ini juga terdapat pada daerah-daerah lain di kepulauan Indonesia (Gambar. 2.4).  Bagaimanapun gunung-gunung yang dibentuk disini adalah berasal dari lantai lautan yang kemudian terbentuk menjadi sebuah kumpulan pulau-pulau. 

Gambar   2.4    Sebuah peta yang menunjukan, letak dari Java Trench yang terpisah dari daratan Asia, kepulauan gunung berapi, kepulauan Indonesia, dan lautan yang dangkal seperti Laut Jawa dan Laut Cina Selatan (Gross, 1972).
Penyebaran dasar lautan (sea-floor spreding) tidak saja merupakan suatu bentuk sifat dari lautan, tetapi ini juga merupakan suatu hasil dari gerakan massa tanah daratan.  Lempengan tektonik benar-benar telah mendesak massa kerak bumi yang mengakibatkan mereka menghasilkan suatu proses yang dikenal sebagai continental drift. Akibat dari proses ini massa kerak bumi dipisahkan dari lempengan tektonik.  Oleh karena itu seperti yang diharapkan, maka g
erakan benua inilah yang terutama menyebabkan terpisahnya mereka dengan mid-oceanic ridge.  Sekitar 180 juta tahun yang lalu benua Afrika dan Amerika Selatan adalah merupakan suatu daratan yang bergabung pada mid-Atlantic Oceanic ridge. Ketika lapisan kerak bumi pada ridge baru terbentuk, daratan ini didesak secara perlahan-lahan, dan terpisah satu sama lain. Rata-rata kecepatan gerakan memisah kearah Timur dan Barat adalah terbukti sama/seimbang, oleh karena itu ridge ini sekarang terletak pada jarak yang sama dari kedua benua (Gambar. 2.5).

Gambar  2.5  Pemisahan benua-benua utama dalam sejarah geologi.  Pada suatu masa dipercaya bahwa banua Afrika dan benua Amerika bagian Selatan bergabung menjadi satu pada sistem mid-Atlantic ridge (garis tebal).  Mereka telah didorong dan dipisahkan secara perlahan-perlahan  dari sistem ridge oleh perentangan lapisan kerak lautan (oseanic crust) yang baru, dimana pada saat sekarang dipisahkan oleh Lautan Atlantik (Mc-Kenzie dan Sclater, 1973).
Gambar   2.6  Perkembangan dari sebuah pulau vulkanik. (a) Pertama-tama sebuah pulau terbentuk sebagai akibat adanya kegiatan gunung berapi di bawah permukaan laut; (b) Kegiatan selanjutnya mengakibatkan pulau muncul di atas permukaan laut; (c ) Terumbu karang terbentuk dibagian pulau yang terkikis  (d) Atol, akibat adanya pengikisan yang terus berlangsung dari daratan, maka terumbu karang akhirnya akan mengelilingi sebuah lagon yang dangkal:  (e) Atol akhirnya tenggelam ke dalam laut, sehingga terumbu karang akan hancur dan sisa-sisa pulau membentuk sebuah guyot. 

Sebagaimana benua dapat didorong dan dipisahkan oleh penyebaran dasar lautan, demikian juga mereka dapat bergerak untuk saling mendekati.  India diduga berasal dari potongan-potongan benua kuno Gondowanaland.  Potongan-potongan ini diseret kearah Utara  sepanjang 5.000 km dalam jangka waktu lebih dari 30 juta tahun dan akhirnya bertabrakan dengan benua Asia.  Proses tabrakan ini menghasilkan tekanan ke atas yang amat besar, sehingga terbentuklah pegunungan Himalaya seperti yang ada sekarang ini.

Bersambung ke Part II ya.

Klik Yang Dibawah Ini